Pembangunan TI di lingkungan pemerintah sedikit banyak kegagalan
proyek TI masih sering terjadi. Salah-satu pemicunya, belum digunakannya IT
Project Management dengan benar. Komunikasi dan peran top leader menjadi faktor
pendukung mulusnya suatu proyek TI. Sejauh ini, pada umumnya tingkat
keberhasilan proyek TI masih rendah.
Merujuk survey pertengahan tahun 1990-an lalu, hanya sekitar 10%
proyek pengembangan software yang diselesaikan sesuai dengan budget dan jadwal
yang telah ditentukan sebelumnya. Data lain dari Standish Group Study (CHAOS)
menemukan bahwa pada 1995 hanya 16,2% proyek TI yang sukses, sementara lebih
dari 31% proyek TI dibatalkan sebelum proyek rampung. Belum lagi, banyak
ditemukan proyek TI yang mengalami pembengkakan cost.
Bila disimak, salah-satu pemicu kegagalan proyek TI adalah
dilupakannya IT project management – atau manajemen proyek TI. Padahal
mengingat investasinya yang mahal, proyek TI dituntut oleh pemilik proyek agar
berjalan mulus, tanpa cacat. Di sinilah manajemen proyek TI menjadi penting.
Critical Success Factors (CSF) adalah suatu kondisi bisnis untuk suatu
unsur yang mana diperlukan bagi suatu organisasi atau proyek untuk mencapai
misinya. Sebagai contoh, suatu CSF untuk suatu kesuksean Teknologi Informasi
(IT) proyek adalah keterlibatan pemakai. Critical Success Factors juga harus mempertimbangkan antara lain:
- Uang: arus kas positif, pertumbuhan pendapatan, dan margin keuntungan.
- Masa depan : Memperoleh distributor dan/atau pelanggan baru.
- Kepuasan Pelanggan: Bagaimana kepuasan mereka?
- Quality: Seberapa baik produk dan jasa mu?
- Produk atau layanan pengembangan : Apa yang baru yang akan meningkatkan bisnis dengan pelanggan dan menarik orang-orang baru?
- Modal intelektual: Terus meningkat dan harus menguntungkan.
- Hubungan strategis: Sumber bisnis baru, produk dan pendapatan di luar.
- Atraksi Karyawan Dan Ingatan: Kemampuan untuk meluaskan jangkauanmu.
- Ketahanan: Kemampuan pribadi untuk menjaga agar semua berjalan dengan baik
Critical Success Factors ini sebagai bahan analisa rekomendasi
terhadap aliansi strategis. Parameter-parameter yang perlu menjadi bahan
pertimbangan agar aktifitas bisnis bisa berjalan secara maksimal dan output
dihasilkan sesuai yang diharapkan. Sehingga bisa dihasilkan suatu output
project yang sesuai ekspektasi dan tepat.