Traveling salesman Problem (TSP) merupakan
permasalahan dalam menentukan titik persinggahan yang termurah biayanya dan
terdekat dengan titik tujuan, ketika seorang salesman akan melakukan perjalanan
dari titik asal ke titik tujuan yang mempunyai beberapa pilihan jalan yang
dapat dilewati untuk sampai ketitik tujuan.
Algoritma Traveling Salesman Problem merupakan
algoritma yang meniru perjalanan seorang penjaja keliling yang mengunjungi
beberapa kota , kemudian kembali ke kota awal perjalanannya dimana tiap kota hanya dikunjungi sekali saja. Perjalanan
tersebut harus menunjukkan perjalanan dengan jarak atau waktu minimum. Pada TSP
ini kota
dinyatakan sebagai vertek dan rute perjalanannya dinyatakan sebagai edge.
Dengan kata lain masalah Algoritma Traveling Salesman Problem ini
menyangkut suatu basis lokasi untuk mengunjungi n-1 buah lokasi lainnya dan
kemudian kembali ke basisnya.
Didalam penerapan TSP ini graf yang
dimaksud adalah graf yang berbobot. Graf berbobot adalah graf yang edgenya
diberi nilai numeric, dimana nilai numerik ini merupakan jarak antara verteks
atau dalam TSP merupakan jarak kota
atau biaya dari kota satu dengan kota lainnya.
Travelling Salesman Problem sering
dihubungkan dengan masalah mencari Hamiltonian cycle (untai Hamiltonian)
didalam graf. Untai Hamilton
didefinisikan sebagai sebuah graf yang memiliki untai tertutup yang melewati
setiap vertek dalam graf tersebut atau dalam kata lain masing-masing node
dikunjungi tepatnya sekali.
Untai tertutup sendiri adalah suatu jalan tertutup
didalam graf dimana semua edge dan verteksnya berbeda sehingga
tidak ada verteks yang muncul lebih dari sekali kecuali verteks awal
dan akhir.
No comments:
Post a Comment